Gudang Sabu 1Ton Dikenal Angker
Hotel Mandalika yang berlokasi di Kampung Gudang Kopi, Desa Anyer, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten, tempat ditaruhnya narkona jenis sabu seberat 1 ton di kenal warga sekitar sebgai tempat yangseram alias angker. Bahkan , kerap terjadi peristiwa mistis di lokasi tersebut.
" Dari awal memang tidak dugunakan karena ada selisih paham sama keluarganya " kata sekretaris kelurahan (Seklur) Anyer, Apria Firdaus, Jumat (14/7/2017). AGEN BOLA
Bahkan, warga sekitar gudang mengaitkan dengan kejadian terbakarnya kapal feri laut Teduh II di perairan Anyer yang membawa penumpang 434 orang dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni pada Jumat 28 Januari 2011 , Sebanyak 12 orang penumpang di antaranya meninggal dunia karena panik dan terjun ke laut. AGEN ONLINE
Masyarakat pun mempercayai kapal feri yang telah padam dan mayatnya kemudian di bawa ke pantai Hotel Mandalika. Warga pun akhirnya percaya bahwa roh para korban akhirnya bergentayangan di hotel tersebut .
karena daerah wisata dan dekat dengan berbagai industri, Pantai Anyer dan sekitarnya pun kerap didatangi orang asing hingga turis asing. baik untuk berwisata maupun untuk urusan kerjaan.
" Disini kan namanya daerah wisata jadi banyak orang yang lalu lalang disini.
Keempat pelaku peneyeludupan narkoba jenis sabu ini pun diketahui mengontrak rumah salah satu warga , sedangkan pemilik kontrakan maupun RT diakui apria tidak melaporkan hal itu pada pihak kelurahan.
" Informasi dari warga sih mereka ngontrak. Yang saya sayangkan mereka ngontrak disini enggak lapor ke RT sama kelurahan " jelas dia. BOLA ONLINE
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Hotel Mandalika di bangun pada 995 hingga2000 yang awalnya dimiliki mendiang Hasmoro . kini saham dipegang Lakmink Hasmoro yang masih satu keluarga.
Polisi taiwan pun turun tangan
Hotel yang di jadikan " gudang " sabu 1 ton itu sebenarnya sempat beroperasi hanya sekitar tiga minggu, hingga pada akhir jauari 2000 terpaksa di tutup karena berbagai persoalan.
Hotel itu sebenarnya tak sepenuhnya di biarkan kosong begitu saja. Setidaknya terdapat enam penjaga, yakni J,AN,ME,F,H dan B yang di bagi ke dalam tiga shift. JUDI BOLA
Sedangkan terkait penangkapan empat pelaku penyeludupan narkoba senilai Rp. 1,5 Triliun, tersangka masuk sekitar pukul 24.00 WIB. Petugas yang bejaga sempat menanyakan maksud pelaku masuk ke dalam hotel. oleh salah seorang pelaku di jawab bahwa mereka ingin memancing.
Petugas jaga yang tak curiga puin mempersilahkan mereka masuk hingga akhirnya petugas gabungan dari Polda Metro Jaya, Polresta Depok, dan Kepolisian Taiwan datang menangkap keempatnya pada kamis dini hari, 13 Juli 2017. JUDI ONLINE
Pada saat ditangkap,empat pelaku melakukan perlawanan dengan menabrakkan kendaraanya ke petugas kepolisian karena dianggap membahayakan petugas, mobil pun dihujani peluru.
Stidaknya ada sekitar 24 lubang peluru disisi kiri mobil Innova warna gold. Bercak dara pun masih terlihat di pos jaga gerbang masuk meski telah ditaburi tanah.
Empat pelaku tersebut seluruhnya warga negara Taiwan bernama Lin Ming Hui, Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hau Yung Li. KASINO ONLINE
Tersangka yang di tembak mati pada penggerebekan sabu 1 ton dikenali sebgai Lin Ming Hui, yang ditengarai sebagai bos atau pemimpin penyeludupan narkoba itu, Dua yang ditangkap hidup, antara lain , Chen Wei Cyuan dan Liau Guan Yu, sementara yang kabur dan berhasil di tangkap pada sore harinya adalah Hau Yung Li.
Komentar
Posting Komentar